Agrowisata Pagilaran
"Pagilaran yang cukup dikenal di Jawa Tengah ini terletak ±10 Km
dari jantung Kota Batang, tepatnya di Desa Keteleng Kecamatan Blado
Kabupaten Batang Jawa Tengah."
Semarang, Aktual.co — Ada sebuah lokasi agrowisata yang punya
perjalanan sejarah cukup panjang bersejarah yang harus Anda kunjungi di
Jawa Tengah, Agrowisata Pagilaran, Batang.
Pagilaran yang cukup dikenal di Jawa Tengah ini terletak ±10 Km dari
jantung Kota Batang, tepatnya di Desa Keteleng Kecamatan Blado
Kabupaten Batang Jawa Tengah.
Semasa penjajahan Belanda, Pagilaran ditanami Kopi dan
Kina. Akan tetapi hasilnya kurang memuaskan sehingga oleh E. Blink
pemiliknya diganti tanaman teh pada tahun 1899. Pada masa ini Perkebunan teh mengalami
perkembangan pesat yang ditandai dengan perkembangan perluasan areal
perkebunan. Namun, kegiatan usaha Maskapai ini berhenti total
menyusul musibah kebakaran yang terjadi pada tahun 1920. Kegiatan usaha
baru berjalan setelah diambil alih oleh Perusahaan Inggris pada tahun
1928 sehingga Perkebunan Pagilaran digabungkan dengan P dan T LAND's
(Pemanukan dan Tjiasem) dibawah manajemen yang sama.
Pada masa inilah
pembangunan sarana kabel ban untuk mempermudah pengangkutan pucuk teh ke
pabrik pengelolahan teh di mulai. Setelah kekalahan sekutu dari Jepang
pada perang Asia Timur Raya maka perkebunan dikuasai oleh penduduk
Jepang dan sebagai areal perkebunan diganti dengan tanaman pangan untuk
memenuhi kebutuhan pangan tentara Jepang dalam perang dunia II. Keadaan
ini berlangsung hingga tahun 1947. Pada kurun waktu 1947-1949 perkebunan
kembali ke tangan perusahaan Inggris dan dilakukan pembangunan dengan
peralatan lama yang masih tersisa akibat perusakan selama pendudukan
Jepang.
Pada tanggal 23 Mei 1964 melalui keputusan menteri PTIP, Prof.
Ir. Toyib Hadi Wijaya perkebunan diserahkan kepada Fakultas Pertanian
UGM untuk dijadikan sebagai sarana penunjang penyelenggaraan pertanian.
Selanjutnya nama perusahaan diganti dengan Perusahaan Negara (PN)
Pagilaran dan pengelolahannya diserahkan kepada Yayasan Pembina Fakultas
Pertanian UGM. Kemudian pada tanggal 1 Januari 1974 status perusahaan
diganti dari PN Pagilaran menjadi PT Perkebunan, Perindustrian,
Perdagangan dan Konsultasi Pagilaran. Perusahaan itu akhirnya
mengalami perkembangan yang cukup pesat dan menjadi salah satu sentra
pengembangan perkebunan di Indonesia.
Sejak tahun 1985 dan masih berjalan hingga
saat ini, pemerintah mempercayakan pengembangan PIR di daerah Jawa
Tengah dan Jawa Timur kepada PT Pagilaran dengan fokus pada komoditas
teh di dataran tinggi dan kakao di dataran rendah. Tiga Pabrik pengolah
teh hitam (satu di Batang, satu di Pekalongan, dan satu di Banjarnegara)
satu Pabrik pengelolahan teh hijau dan satu pabrik pengelahan kakao di
DIY.
Menurut Kasi Usaha Agrowisata PT Pagilaran, Suwondo mengatakan,
"PT. Pagilaran selain memproduksi teh yang sudah masuk Pasar
Internasional ke Eropa, Amerika dan Jepang juga menyediakan Agrowisata
yang siap memanjakan mata dan menenangkan hati diantaranya, Air Terjun
Binorong, Kebun Binatang Mini, Play Ground, Camping Area, Telaga Biru
dan Flying Fox".
"Disamping itu, juga menyediakan Konvensi Indoor, Natural Konvensi dan
juga peninggalan sejarah Belanda seperti Rumah, Kopel, Kerata Gantung,
Bak Air Sijenang, dan lainnya," imbuhnya saat menjelaskan kepada Aktual.co di
Kantor Argowisata PT. Pagilaran, Rabu (19/12).
Bila Anda ingin menikmati pesona Agrowisata Pagilaran, dengan
kendaraan umum dari arah Batang-Bandar-Blado-Pagilaran, kemudian bila
menggunakan kendaraan pribadi/travel (Tour Wisata) dari Yogyakarta Lewat
Temanggung memakan waktu ± 2,5 jam dan dari Solo ± 4,5 jam.
Sedangkan
untuk tiket masuk per orang cukup menyediakan uang sebesar Rp2.150
sudah termasuk asuransi. Bagi pengunjung yang jauh disediakan 3
buah Wisma untuk 100 orang dengan tarif 60.000 sampai 80.000 per malam
dan 4 h
omestay berkapasitas sampai 60 orang juga dilengkapi fasilitas
air panas dengan tarif Rp250 ribu per malam, ruang rapat dengan kapasitas 50
orang dan gedung pertemuan berkapasitas 500 orang.
Bila Anda pengemar olahraga, tersedia juga lapangan tenis, badminton, sepakbola, volly
ball dan billiard. Begitu juga bila Anda ingin menguji andrenalin
disediakan
flying fox. Yang tak kalah menarik, Anda bisa memetik teh sendiri kemudian
melihat langsung produksinya setelah itu dapat segera dinikmati teh asli
Pagilaran.
Saat malam hari juga diramaikan dengan aksi-aksi kesenian tradisional
asli Pagilaran antara lain, Lengger Tradisional, Lengger Kesenian Baru,
Kuntulan, Kuda Lumping, Karaoke dan lainnya.
(Sumber)