Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2015

Wisata Jamur Malam Hari di Taman Nasional Gunung Halimun

Jamur

Jakarta, Aktual.co — Kehadiran jamur bercahaya (Luminescent Mushroom) yang tumbuh dan berkembang di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menjadi wisata alternatif yang di tawarkan taman nasional kepada pengunjung. “Banyak pengunjung rela memasuki hutan di malam hari untuk mengamati jamur unik tersebut karena jamur itu mampu memancarkan cahaya pada malam hari,” ucap Kepala Urusan Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Taman Nasional Gunung Halimun, Salak Nur Faisin, di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/10). Jamur tersebut ukurannya kecil seperti kepala paku, mereka menempel dan berkembang di ranting-ranting pohon yang telah mengering. “Cahayanya berwarna hijau dan berpendar di malam hari,” ungkapnya. Dia menjelaskan jamur ini bisa dikatakan tumbuhan musiman karena saat musim hujan, jamur ini akan banyak ditemukan di kawasan ini. “Saat ini karena musim kemarau, jumlah mereka kurang banyak. Hanya di daerah Cikaniki jamur ini banyak ditemukan. Jadi kalau malam jamur ini terlihat seperti bintang di langit,” sambungnya. Dia menambahkan untuk mengamati keindahan jamur yang bercahaya di malam hari dan wisata lain yang ditawarkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut pengunjung dapat tinggal di resor Cikaniki. Resor tersebut berada di kawasan Bogor, berjarak 20 KM dari Balai TNGHS, Sukabumi, Jawa Barat. “Atau tinggal di penginapan (home stay) yang disediakan warga setempat dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp100.000 per malamnya,” tambahnya. Sementara Kepala Resort Cikaniki, Saep Taufik mengungkapkan dia selalu menawarkan wisata jamur malam hari kepada setiap pengunjung yang dia dampingi untuk berkeliling di taman nasional ini khususnya yang berada di Cikaniki. “Banyak pengunjung yang penasaran, karena keunikan jamur itu. Mereka mengambil foto jamur bercahaya tersebut,” ucap Saep di Cikaniki, Bogor.

Senin, 29 Juni 2015

Taman Nasional Gunung Rinjani: Penjelajahan Alam Terbaik di Asia Tenggara

Gunung Rinjani yang megah merupakan gunung api besar yang menjulang tinggi di kawasan Pulau Lombok. Mendaki puncak gunung Rinjani dapat menjadi pengalaman menggembirakan yang dapat Anda rasakan. Dengan ketinggian 3.726 m, Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi kedua di Indonesia. Memang mendaki ke puncak Gunung Rinjani tidaklah mudah namun sepadan rasanya jika Anda telah sampai di puncak dan menikmati salah satu pemandangan yang terindah yang mengagumkan.


Gunung ini merupakan bagian dari ‘cincin api’ yang terkenal dan memegang peranan penting dalam aspek kehidupan spiritual masyarakat setempat. Diperkirakan bahwa nama Rinjani berasal dari istilah Jawa Kuno yaitu ‘Tuhan’.

Di sekitar lereng Gunung Rinjani terdapat hutan lebat yang terperciki air terjun yang dikelilingi pemandangan yang luar biasa indahnya.

Di dalam kawasan gunung terdapat danau berbentuk sabit yaitu danau Segara Anak yang luar biasa berjarak sekitar 6 km bersebrangan dengan titik terlebarnya. Danau sulfur ini berada 600 m di bawah lereng kawah. Air yang naik dari danau ini ialah gunung api yang baru yaitu Gunung Baru yang merupakan akibat dari erupsi bertubi-tubi tahun 1990an. Segara Anak merupakan tempat spiritual. Orang Bali datang kesini setiap tahun dan mengadakan upacara yang disebut pekelan dimana perhiasan ditempatkan di danau sebagai persembahan kepada roh gunung. Masyarakat Wetu Telu juga menganggap danau tersebut sebagai tempat suci dan mereka datang ke sini untuk berdoa pada malam bulan purnama.

Gunung Rinjani terbentang di Taman Nasional Gunung Rinjani. Taman dengan luas 41.330 ha dan di dalamnya terdapat zona transisi Garis Wallacea. Di tempat inilah flora dan fauna tropis Asia Tenggara bertemu dengan flora dan fauna Australia. Taman Nasional ini didirikan tahun 1997 dan merupakan salah satu dari 40 taman nasioanl yang ada di Indonesia.

Bagi para wisatawan, rute trek Rinjani yang berlangsung selama 3 hari meliputi trekking dari Senaru ke lereng kawah, menuruni kawah danau lalu berlanjut ke Sembalun Lawang yang dianggap sebagai salah satu tempat penjelajahan terbaik di Asia Tenggara. Para trekker yang sejati biasanya meneruskan perjalanan ke puncak gunung berapi. Gunung berapi ini dapat ditempuh dari Sembalun Lawang dan menghabiskan waktu 4 hari yang berakhir di Senaru.

Untuk memastikan bahwa masyarakat setempat mendapatkan keuntungan dari pemasukan pariwisata maka Trek Rinjani dikelola oleh kemitraan resmi Taman Nasional yaitu perwakilan masyarakat dan industri sektor umum dan pribadi pariwisata Lombok. Masyarakat menjalankan koordinasi koperatif penjelajahan di Rinjani Trek Center (RTC) di Senaru dan Rinjani Information Center (RIC) di Sembalun Lawang.

Pemasukan dari pariwisata dan tiket masuk digunakan untuk konservasi, manajemen, dan membantu Taman Nasional dengan pemeliharaan Trek Rinjani, dengan demikian Taman Nasional dapat terpelihara dengan baik. Model manajemen ini adalah manajemen yang unik di Indonesia dan dianggap sebagai contoh praktik ekowisata di Indonesia.


Gili Gili: Pulau Surga yang Ideal untuk Anda

 


Pantai berpasir putih. Karang-karang koral tropis. Laut yang jernih dan biru. Semua ini menunggu Anda di pulau Gili. Tanpa mobil, tanpa motor, dan tanpa gangguan lainnya melainkan hanya ada pemandangan pulau tropis yang sangat indah. Pulau Gili di barat laut Lombok merupakan tujuan wisata yang sangat ideal bagi Anda yang ingin beristirahat dari kejemuan rutinitas ibukota.

Pulau-pulau Gili menawarkan karang-karang yang spektakuler dan tempat menyelam yang menegangkan seperti karang hiu. Pulau Gili merupakan tempat pelarian yang sempurna bagi siapapun yang menginginkan tempat yang indah, alami, dan menenangkan. Oleh karena itu, pulau-pulau Gili ini merupakan tujuan wisata yang sangat terkenal bagi wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman luar biasa di pulau terpencil ini.

Bagi para diver dan snorkeler. Ada banyak tempat yang di pulau-pulau Gili dimana Anda dapat meyelami semua jenis kehidupan laut termasuk keindahan penyu hijau (Chelonia mydas). Berenanglah ke permukaan dan perhatikan makhluk anggun ini meluncur ke lautan. Anda dapat melihat penyu-penyu ini di kedalaman 10-20 m di bawah laut.

Gili Gili terdiri dari 3 pulau: Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. Dalam bahasa daerah Sasak, “Gili” berarti “pulau”. Jadi Gili Gili berarti pulau-pulau dalam bahasa Indonesia.

Anda akan dijamu oleh masyarakat setempat yang ramah dan keindahan alam yang luar biasa, masing-masing pulau sangat ideal bagi para wisatawan. Gili Trawangan adalah pulau yang terbesar dan paling terkenal dari ketiga pulau tersebut. Ada banyak restoran di sini dan aktivitas hiburan malam.

Jika Anda sudah merasa puas dengan Gili Trawangan, kunjungilah Gili Menoatau Gili Air. Gili Air merupakan pulau yang paling dekat dengan pulau utama dan merupakan pulau yang paling padat. Gili Meno merupakan pulau terkecil dan hanya dihuni oleh beberapa ratus penduduk tetap meskipun begitu Anda akan dapatkan pengalaman istimewa di pulau terpencil ini.

(sumber)

Minggu, 28 Juni 2015

Menikmati Air Terjun Pelangi Ulubelu

 
Air terjun Lembah Pelangi Pekon (Desa) Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus


Jakarta, Aktual.com — Udara yang dingin menusuk tulang dan akses jalan rusak dipenuhi bebatuan berserakan, serta perjalanan yang cukup jauh melelahkan seakan sirna semuanya.
Kelelahan dan rasa kesal itu, ketika tiba di kawasan air terjun Lembah Pelangi Pekon (Desa) Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, akan berubah menjadi decak kagum dan rasa puas dapat menikmati anugerah Tuhan ini.
Kawasan di pelosok Lampung yang berjarak ratusan kilometer dari ibu kota Provinsi Lampung, Kota Bandarlampung, ini menyimpan banyak potensi wisata terpendam yang kini pelan tapi pasti mulai tersibak.
Ulubelu yang dikenal sebagai salah satu daerah terpencil di Lampung adalah kawasan penghasil kopi Lampung yang berkualitas, ternyata memiliki pula sejumlah objek wisata air terjun dan sumber air panas yang memesona.
Potensi sumber panas bumi (geotermal) di kecamatan ini telah dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu, dan masih akan dikembangkan lagi dengan pengeboran baru di kawasan perbukitan dan lembah ini.
PLTP Ulubelu terletak di Desa Pagaralam dan Muaradua yang berjarak 45 km dari Kecamatan Talangpadang atau sekitar 125 km dari Kota Bandarlampung.
Tak hanya berpotensi menghasilkan daya listrik untuk membantu mengatasi kritis listrik di Lampung maupun Indonesia, Kecamatan Ulubelu di Kabupaten Tanggamus ini menyimpan potensi wisata yang bisa diandalkan, di antaranya terdapat sejumlah air terjun alami, seperti air terjun Pondok Rejo atau Lembah Pelangi, di Pekon Sukamaju yang memiliki keelokan dan pesona alam, di tengah kesejukan dan keasrian lingkungan sekitarnya.
Namun untuk mencapai air terjun ini, perlu menyusuri kawasan perbukitan dan lembah, setelah melewati jalan-jalan perdesaan dan kawasan perkebunan kopi dan kakao (cokelat) di areal sekitarnya.
Menurut Bihukman Hadi, Pejabat Kepala Pekon Sukamaju, Kecamatan Ulubelu, yang ikut mengantarkan ke lokasi air terjun itu, potensi wisata alam khususnya objek wisata Lembah Pelangi itu diharapkan dapat terus dipromosikan dan dikelola serta dikembangkan oleh masyarakat sekitar dengan dukungan berbagai pihak.
“Kami sudah mendapatkan informasi dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tanggamus bahwa kawasan air terjun ini telah diusulkan kepada Bupati Tanggamus untuk ditetapan sebagai salah satu objek wisata andalan di daerah ini,” ujar dia.
Dia menuturkan, masyarakat setempat sangat mendukung pengelolaan dan pengembangan objek wisata air terjun Lembah Pelangi itu, antara lain terlihat dari antusiasme warga bergotong-royong membuka jalan akses masuk ke lokasi air terjun ini pada 15 April 2015.
“Semua warga laki-laki di sini turun membantu bersama-sama membuka akses jalan ke lokasi air terjun Lembah Pelangi ini selama seharian, sehingga akses jalan masuk menuju air terjun lebih mudah dijangkau,” ujar Bihukman.
Akses jalan yang telah dibuka itu lebih memudahkan pengunjung datang ke air terjun Lembah Pelangi yang harus dimasuki dari jalan desa ke kawasan lembah dan kebun kopi maupun areal lindung sekitar 700-1.000 meter ke kawasan lembah sampai tiba di air terjun ini.
Air terjun Lembah Pelangi memiliki dua tingkatan, dengan air terjun pada tingkatan kedua bercabang dua. Tinggi air terjun pada tingkat pertama diperkirakan mencapai lebih seratusan meter, dan belasan meter ketinggian air terjun tingkatkan kedua.
Semula air terjun ini bernama air terjun Pondok Rejo, namun belakangan warga setempat sepakat menyebutnya sebagai air terjun Lembah Pelangi.
“Disebut air terjun Lembah Pelangi karena biasanya saat tengah hari muncul pelangi di sekitar air terjun itu ketika cuaca cerah. Diperkirakan pelangi ini muncul karena percikan air yang berhamburan dan saat terkena cahaya sinar matahari memancarkan warga serupa pelangi,” ujar Bihukman.
Selain daya tarik pesona adanya pelangi di siang hari, kisah di balik keberadaan air terjun ini, juga menjadi cerita menarik yang menurut warga setempat, telah turun temurun disampaikan para leluhur hingga sekarang. Tentu saja sulit memastikan kebenaran cerita yang disertai bumbu berbau mistis dan disebutkan mengandung misteri alam itu.
Namun, salah satu warga setempat mengingatkan adanya semacam “pantangan” agar pengelolaan kawasan air terjun Lembah Pelangi ini jangan sampai merusak lingkungan sekitar, dan tidak memasuki kawasan atau area terlarang tertentu. Bila pantangan itu dilanggar, warga mempercayai akan terjadi sesuatu yang buruk di sini.
Beberapa warga setempat menyatakan sangat mendukung pengelolaan dan pengembangan air terjun Lembah Pelangi sebagai objek wisata di daerah itu.
Namun mereka juga berharap pemerintah kabupaten setempat dapat membantu menyiapkan fasilitas yang diperlukan, sehingga memudahkan pengunjung datang dan menikmati keindahan alam tersebut.
Mereka juga berkomitmen, pengembangan objek wisata itu tidak menghilangkan keasrian dan kelestarian lingkungan di sekitar kawasan air terjun Lembah Pelangi tetap dapat terjaga bersama-sama.
Lokasi air terjun itu berada dalam kawasan lindung Register 29 Kota Agung Barat, sehingga pengelolaannya memerlukan izin pihak berwenang setempat.
“Kami berharap pengembangan wisata air terjun Lembah Pelangi ini dapat memberdayakan masyarakat di sini menjadi lebih maju dan sejahtera, sekaligus mengangkat potensi wisata dan ekonomi di sini,” ujar Bihukman Hadi.
Menurut informasi warga setempat, air terjun Pondok Rejo yang sekarang lebih dikenal dengan nama air terjun Lembah Pelangi ini mulai dijamah warga setempat sekitar tahun 1970-an, dan baru dinamai Lembah Pelangi pada sekitar Februari 2015 ini.
Warga setempat bersama aparat pekon setempat berharap, air terjun Lembah Pelangi ini akan dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) pekon ini, sehingga menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Tanggamus maupun Provinsi Lampung.
Saat menyambangi lokasi air terjun Lembah Pelangi ini, kendati akses jalan sudah dibuka oleh warga setempat, namun untuk memasuki kawasan lembah tempat air terjun ini masih relatif sulit dan memerlukan perjuangan serta tenaga ekstra karena harus melalui jalan setapak sempit di sisi jurang yang kondisinya licin saat hujan.
Jalan masuk sejauh sekitar 700-1.000 meter menuju air terjun itu, harus melalui jalan setapak naik turun yang akan melelahkan untuk mencapainya, apalagi ketika harus kembali ke perkampungan setelah melihat air terjun ini karena harus melalui jalan menanjak yang cukup tinggi dan jauh.
Beberapa pengunjung ke lokasi air terjun ini mengaku kelelahan dan harus perlahan-lahan, baik saat turun menuju air terjun serta naik kembali saat pulang.
Namun ketika mencapai air terjun utama, umumnya pengunjung mengaku sangat puas menyaksikan keindahan air terjun Lembah Pelangi yang dinilai tak kalah dengan air terjun lainnya. Seolah, setelah menyaksikan pesona air terjun Lembaga Pelangi, semua rasa penat sirna terbawa gemercik air dari air terjun dengan kesejukan yang dirasakan tubuh kita.
Ketinggian air terjun yang mencapai seratusan meter dengan percikan air ke lingkungan sekitarnya yang berbukit batu serta dilingkupi pepohonan dan suasana yang dingin, dapat memuaskan kehausan akan suasana alam yang asri.
Apalagi di bawah air terjun ini terdapat beberapa titik sumber air hangat dan air panas yang dapat merendam tubuh kita, sekaligus menghilangkan penat.
Menurut warga, keberadaan sumber air panas yang keluar dari dasar bebatuan itu, belakangan baru ketahuan, sehingga menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang ke air terjun ini.
Selain dapat menyaksikan keindahan air terjun bertingkat, pengunjung juga dapat melihat secara langsung eloknya warna-warni pelangi di siang hari saat cuaca cerah, merasakan dingin dan sejuknya tetesan air yang memercik dari air terjun ini, sekaligus merasakan sensasi berendam dalam air panas maupun air hangat alami di sini.
Sensasi alam berdingin-dingin, sekaligus dapat berganti menjadi hangat pada badan kita saat berada dalam rendaman air panas alami perbukitan dan bebatuan di air terjun Lembah Pelangi.
Bihukman Hadi menegaskan komitmen warga setempat untuk melindungi dan merawat kawasan air terjun Lembah Pelangi itu, bahkan semua warga bersedia menyerahkan lahan untuk digunakan sebagai akses jalan masuk ke lokasinya untuk dilakukan pembangunan fisik jalan lintas yang diperlukan.
“Semua warga bersedia membantu, asalkan air terjun ini dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata alam,” ujarnya.
Warga dan aparat pekon setempat berharap, kepastian status air terjun Lembah Pelangi itu segera ditentukan Pemkab Tanggamus, sehingga dapat menagih janji PT PGE Ulubelu segera membantu memperbaiki akses jalan masuk ke kawasan air terjun ini.
“Mudah-mudahan semua segera menjadi jelas agar warga dapat mengelola potensi air terjun Lembah Pelangi ini menjadi objek wisata alam yang mempesona dan berdaya tarik tinggi, sehingga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di sini,” ujar Bihukman Hadi.
Harapan itu bila terwujud akan menambah deretan objek wisata andalan dan unggulan yang berada di Provinsi Lampung dan dapat dikunjungi pelancong mancanegara maupun nusantara.
Kesejukan udara, alam sekitar yang hijau dan asri, air yang memercik ke sana kemari, serta pesona pelangi yang muncul dari Lembah Pelangi akan selalu menunggu kedatangan para pelancong untuk datang.

(sumber)

Kamis, 25 Juni 2015

Serunya Menjelajah ke Negeri Suah

Aliran sungai Lau Jabi atau sungai Beringin Dua Rasa di Negeri Suah, Sumatera Utara


Medan, Aktual.com — Bagi para penjelajah alam (traveller), bila sedang melakukan perjalanan wisata di Sumatera Utara, untuk tidak melewatkan objek wisata yang satu ini. Yaitu, Negeri Suah di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.

Agar sampai di Negeri Suah ditempuh dengan berkendara selama 90 menit. Dari Medan, Anda bisa mengarahkan kendaraan ke arah Sibolangit atau yang dikenal sebagai bumi perkemahan, perjalanan ditempuh selama 45 menit.

Tiba di simpang Bukkum, Bandar Baru, Sibolangit, perjalanan kembali dilanjutkan selama kurang lebih 45 menit perjalanan berkendara roda empat atau roda dua. Pacu kendaraan dengan kecepatan sedang.

Selain untuk mengantisipasi jalanan yang berkelok menurun dan mendaki tajam serta jurang menganga di kiri kanan jalan yang cukup sempit, panorama alam sepanjang jalan tak mungkin dilewatkan. Khususnya petak-petak sawah terasering milik penduduk yang berada di kaki-kaki bukit sepanjang jalan.

Negeri Suah, jika dalam bahasa Indonesia berarti Negeri Bawah. Keberadaan Negeri Suah memang berada di sisi lembah kawasan hutan bukit barisan yang rimbun. Jumlah penduduk di Desa itu hanya sekitar 50 jiwa saja.

Di sana Anda bisa mamarkir kendaraan Anda di tempat yang disediakan. Angin semilir, kicau burung di hutan raya bukit barisan, deru sungai yang terdengar jelas ditambah tutur sapa warga yang ramah akan menyambut para pengunjung yang datang.

Di Negeri Suah, sejumlah spot wisata alam bisa dikunjungi dan dirasakan secara langsung. Yang cukup digemari yakni mandi atau berendam di sungai Lau Jabi.

Air sungai Lau Jabi terbilang unik, karena memiliki dua rasa, yakni panas dan dingin. Aroma panas yang dihasilkan berasal dari mata air panas Siburak yang berada tepat di bantaran Sungai yang keluar dan menyatu dengan air sungai Lau Jabi yang dingin. Mata air siburak menghasilkan sejumlah titik panas yang terus menerus menyemburkan belerang dalam jumlah kecil.

Dipercaya, mata air panas Siburak yang mengandung belerang dapat menyembuhkan sejumlah penyakit kulit. Siapapun yang menceburkan diri, dipastikan akan betah berlama-lama merendamkan badannya menikmati sensasi air panas dan dingin yang terasa silih berganti karena proses pencampuran yang alamiah.

Sembari merendamkan badan di air berwarna putih kehijauan akibat campuran belerang, keindahan Sungai Labu Jabi semakin cantik dengan tumbuhnya sejumlah pohon beringin di bantaran sungai. Tak salah, Sungai Lau Jabi juga dikenal dengan sebutan Sungai Beringin.

Batang pohon beringin itu diperkirakan berusia ratusan tahun. Satu pohon beringin menghasilkan puluhan cabang pohon sekaligus terlihat seperti akar pohon yang menancap ke dalam tanah.

Tak terlihat batang yang cukup dominan, menjadikan batang-batang beringin itu terlihat seperti sedang berbaris-baris.

Puas merendamkan diri dan menyaksikan keindahan panorama sungai Labu Jabi. Penjelajahan selanjutnya menuju air terjun Sikulapi berketinggian sekitar 30 meter yang berada di kaki Negeri Suah.

Menuju air terjun menempuh jalan setapak menurun sejarak 20 meter. Gemuruh tumpahan air jernih dan segar akan terdengar menantang untuk dinikmati. Aliran air terjun Sikulikap bermuara menyatu dengan aliran air Sungai Lau Jabi.

Di aliran air terjun Sikulikap, bila malam tiba, sejumlah warga kerap berburu kodok hijau berukuran raksasa. Menurut penuturan warga, kodok itu layak untuk disantap dan rasanya juga cukup menantang.

Dari air terjun Sikulikap, akan terlihat hamparan sawah terasering milik penduduk sekitar. Menambah sensasi keindahan alam Negeri Suah yang masih terbilang natural.

Tak jauh dari air terjun Sikulikap, dengan menempuh perjalanan setapak membelah areal persawahan, juga terdapat air terjun yang dikenal dengan air terjun Namo Percikuhen. Meski tidak setinggi Air Terjun Sikulikap, Namo Percikuhen memiliki keindahan yang tak kalah menarik.

Seperti lokasi-lokasi wisata lainnya, disarankan untuk tidak melakukan aktivitas asusila di Negeri Suah. Konon, Negeri Suah masih dipenuhi dengan sejumlah mitos-mitos yang cukup dipercaya warga setempat.

Misalnya, mitos tak boleh mandi di areal aliran sungai Lau Jabi yang bercampur dengan air panas Siburak. Menurut warga, kawasan itu adalah kawasan terlarang. Namun, lambat laun, mitos itu sudah mulai terkikis, dimana para pengunjung dan masyarakat setempat pun sudah menjadikannya sebagai lokasi wisata.

“Masyarakat disini masih menjaga kepercayaan dan mitos. Sebenarnya air panas itu pantang untuk mandi,” ujar Amran Barus, tokoh pemuda setempat.

Tak hanya itu, untuk menjaga ke-alamian Negeri Suah, agar selalu menjaga kebersihan dengan tidak sembarangan membuang sampah ke dalam sungai.

“Yang jelas kita berharap para pengunjung untuk selalu menjaga kesopanan dan kebersihan,” harapnya menutup pembicaraan.


(sumber)

Air Terjun Victoria-Sungai Zambesi Jadi Destinasi Wisata Menakjubkan di Zimbabwe


Jakarta, Aktual.com — Zimbabwe merupakan sebuah negara tanpa lautan, dikelilingi oleh Afrika Selatan di bagian selatan, Botswana di barat, Zambia di barat daya, dan Mozambique di timur serta timur laut.

Di selatan, Zimbabwe dipisahkan dengan Afrika Selatan oleh Sungai Limpopo. Zimbabwe juga berbatasan langsung dengan Namibia di barat melalui sebuah jalur sempit.

Afrika Selatan menjadi negeri yang paling menarik untuk menjalani wisata safari. Selain itu, Zimbabwe menawarkan beberapa tantangan pengalaman berburu yang lebih seru (otentik).

Walaupun sekarang negeri ini sedang krisis secara politik tetapi negeAftri ini tetap menawarkan wisata safari yang menakjubkan.

Negara tersebut diberkati dengan tanah yang subur, kekayaan mineral dan pemandangan yang menakjubkan.

Berikut bebrapa destinasi wisata di Zimbabwe:

Sungai Zambesi
Zambesi yaitu sungai besar dengan berbagai macam pemandangan dan kegiatan yang menakjubkan, ditambah digabungkan dengan Taman Nasional di sepanjang sungai, benar-benar merupakan sebuah legenda.

Pemandian Mana dan Matusadona yang terletak di bawah lembah Great Rift menawarkan pemandangan yang sangat berbeda, belum pegunungan di lembah ini tampak seperti lukisan.

Di Zimbabwe terdapat Dua sungai utama membentuk perbatasan utara dan selatan. Sungai Zambesi yang besar memotong di sepanjang wilayah utara, sementara Sungai Limpopo membentuk perbatasan selatan dengan Afrika Selatan.

Air Terjun Victoria
Air terjun Victoria merupakan salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi, yang pada saat ini membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Air terjun ini memiliki lebar kira-kira 1 mil (1,6 km), dengan ketinggian 128m (420 kaki).

Bentuk Victoria Falls yang tidak biasa adalah secara virtual dapat memandang keseluruhan luas air terjun, sekaligus dalam ketinggian yang sama, dari jarak terdekat yaitu sejauh 60 meter.

Karena seluruh air dari Sungai Zambezi jatuh ke jurang yang sempit dan dalam yang dihubungkan ke beberapa jalur sempit berbatu.

Banyak binatang dan burung Afrika dapat dilihat di Victoria Falls, dan keragaman ikan yang kaya dapat Anda saksikan di sungai Zambezi, memberikan pemandangan kehidupan liar dan olahraga memancing sekaligus menikmati pemandangan yang menakjubkan.

Victoria Falls adalah salah satu atraksi turis paling utama di Afrika, dan merupakan UNESCO World Heritage Site. Air terjun ini sebenarnya dimiliki bersama-sama baik oleh negara Zambia ataupun Zimbabwe.

Dan, masing-masing negara memiliki taman nasional untuk menjaganya sekaligus menjadi pusat turisme, yaitu Taman Nasional Mosia-oa-Tunya dan Livingstone di Zambia, dan Taman Nasional Victoria Falls di Zimbabwe.

Matobo National Park
Matobo National Park menempati area seluas 44 hektar 500. Didirikan pada tahun 1953, Taman ini dianugerahi Warisan Dunia Unesco Status pada Juni 2003.

The Park mencakup Perlindungan Zona Intensif di mana populasi besar Badak Hitam dan Putih berhasil berkembang biak. The Park menawarkan paket beragam tempat wisata dan kegiatan.

Taman ini terletak di megah Matobo Hills, berbagai kubah, menara dan menyeimbangkan formasi batuan yang telah dipahat dari granit dataran padat melalui jutaan tahun erosi dan pelapukan.

Medan megah dan kasar dari taman adalah hiker surga dan keragaman vegetasi mendukung berbagai satwa liar.


Gunung Kilimanjaro Hingga Danau Natron yang Eksotis Ada di Tanzania




Jakarta, Aktual.com — Republik Tanzania merupakan negara cantik yang terletak di Afrika bagian Timur. Beriklim tropis, dahulu dikenal dengan nama Tanganyika, karena di Tanzania ada sebuah danau yang sangat terkenal yaitu Danau Tangayika.
Berbatasan dengan banyak negara, antara lain, Kenya, Uganda, Rwanda, Burundi, Demokratic Republic of Congo, Zambia, Malawi, dan Mozambique.
Tanzania memiliki beberapa pemandangan cantik yang sayang jika Anda lewatkan, bila berlibur ke negara ini. Salah satunya adalah sebuah gunung tertinggi di Afrika, yaitu Gunung Kilimanjaro (5.985 m) serta taman margasatwa yang sangat elok dan banyak dikunjungi oleh turis, baik domestik maupun mancanegara.

  • Gunung Kilimanjaro
Kilimanjaro atau dulu disebut Kaiser-Wilhelm-Spitze yakni gunung di timur laut Tanzania. Gunung ini adalah gunung tertinggi di dunia yang berdiri bebas, tingginya 4.600 m bila diukur dari kaki gunung.
Puncak Kilimanjaro sekaligus merupakan puncak tertinggi di Afrika, dengan ketinggian 5.895 meter di atas permukaan laut. Gunung ini juga disebut Kilima Dscharo atau Oldoinyo Oibor yang berarti gunung putih dalam bahasa Masai.
Kilimanjaro adalah gunung api strato raksasa yang sekarang tidak aktif, namun memiliki fumarol yang mengeluarkan gas di kawah yang terletak di puncak utama Kibo. Di Tanzania, puncak Kibo dikenal sebagai Puncak Uhuru.Pada tahun 2003, vulkanolog Jerman bernama Volker Lorenz memperkirakan magma cair terdapat di bawah permukaan kawah pada kedalaman 121,9 meter (400 kaki).

  • Ngorongoro National Park
Tempat ini yakni menjadi keajaiban alam dunia kedelapan. Dinding setinggi 600-an meter dengan dasar kawah yang menyebar sepanjang 102 kilometer persegi sekan membentuk kuali raksasa di depan kami.
Kawah yang terbentuk akibat ledakan gunung vulkanik jutaan tahun lalu ini dihuni oleh hampir setiap spesies satwa liar asli yang bermigrasi ke Afrika Timur termasuk badak hitam yang langka. Kawah yang dideklarasi sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1978 ini memiliki konsentrasi satwa liar terbesar di dunia.
Di sini juga terdapat gerombolan gajah banteng dengan gading yang sangat besar, karena kandungan mineral yang kaya tanah vulkanik dan rumputnya. Gajah-gajah ini luar biasa besarnya, dipastikan adalah gajah terbesar yang pernah Anda lihat.

  • Danau Natron
Danau dengan air yang jernih biasanya menjadi favorit para wisatawan. Namun, ada yang berbeda dengan Danau Natron di Tanzania. Air di danau ini dapat membuat hewan membatu. Sungguh aneh tapi nyata.
Danau Natron sebenarnya memiliki pemandangan indah. Danau ini terletak di dekat gunung berapi Ol Doinyo Lengai. Permukaan danau terlihat jernih bagaikan kaca dan panorama gunung berapi sekelilingnya membuatnya sangat mempesona.
Danau Natron memiliki kedalaman kurang dari tiga meter. Suhu air danau bisa mencapai 140 derajat dan disebut-sebut mengandung senyawa natron. Air danau ini juga tercampur dengan abu beracun dari gunung berapi yang ada di sekelilingnya.
Kelelawar dan burung-burung pernah ditemukan mati terdampar dalam kondisi membatu. Belum ada orang yang mengetahui dengan pasti bagaimana hewan-hewan itu mati, tetapi sepertinya permukaan danau yang seperti kaca mengelabui hewan untuk menyelam ke dalam air.

  • Pulau Zanzibar
Zanzibar adalah sebuah Kepulauan di sebelah timur pesisir Afrika, yang termasuk dalam wilayah Tanzania. Zanzibar terdiri dari dua pulau yaitu, Zanzibar (‘Unguja’) (luas wilayah 1.554 km²) dan Pemba. Bersama dengan Pulau Mafia, Zanzibar kadang-kadang dijuluki Kepulauan Rempah-rempah, walaupun julukan tersebut lebih tepat bagi Kepulauan Maluku.
Sumber pendapatan Zanzibar berasal dari ekspor rempah-rempah (pala, cengkeh, kayu manis dan merica) dan sektor pariwisata.

(sumber)

Rabu, 10 Juni 2015

Hah? Ada Green Canyon di Indonesia

Hah? Ada Green Canyon di Indonesia : aktual.co
Cukang Taneuh


Nama asli 'Green Canyon' adalah Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah.


Jakarta, Aktual.co — Tak terasa kita sudah berada di penghujung akhir tahun, liburan panjang sudah menanti didepan mata, namun belum memiliki tujuan untuk berwisata. 

Jika anda memiliki mimpi untuk mengunjungi Grand Canyon di Amerika tapi tabungan belum mencukupi, anda dapat menjajal keindahan 'Green Canyon' yang ada di Indonesia yang terletak di  Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat atau sekitar 31 km dari Pangandaran.

Awalnya 'Green Canyon' ditemukan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1933. Nama asli 'Green Canyon' adalah Cukang Taneuh yang berarti jembatan tanah. Jembatan ini terbentang di atas lembah dan jurang 'Green Canyon', yang biasa dilalui petani setempat ketika menuju kebun-kebun mereka.

Tidak jauh berbeda dengan keindahan Grand Canyon Amerika, 'Green Canyon' Ciamis ini merupakan aliran sungai Cijulang yang menembus sebuah gua dengan pemandangan mempesona. 

Gua tersebut memiliki stalaktit dan stalakmit yang sangat indah. Aliran sungai di 'Green Canyon' diapit oleh dua bukit yang terdiri atas bebatuan dan pohon-pohon hijau. Suasana alami hutan akan sangat terasa ketika anda menjejakkan kaki di tempat ini. Air sungai yang begitu jernih berwarna hijau tosca memberikan kesan segar, membuat Anda pasti tak akan sabar untuk sekedar merasakan kesejukannya.

Disini anda dapat sejenak menikmati ketenangan yang diiringi suara derai air dan riuh pohon terkena tiupan angin yang tentunya jauh dari suara bising kendaraan seperti diperkotaan. 

Untuk mengunjungi 'Green Canyon' dari Jakarta,  dengan menggunakan mobil pribadi anda akan menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam. Jika anda ingin menantang adrenalin anda dapat melakukanbody rafting yang dikenakan biaya Rp30.000 - hingga Rp70.000.

Jangan lupa, Anda perlu mempersiapkan pakaian ganti setelah body rafting tersebut. 

Selamat Berlibur…

Mencintai Indonesia Lewat Kecantikan Ranu Kumbolo

Mencintai Indonesia Lewat Kecantikan Ranu Kumbolo : aktual.co
Ranu Kumbolo (Foto: catatan-backpacker.blogspot.com)

Danau ini memiliki keunikan yang berbeda dengan danau lainnya karena terdapat di lereng gunung.


Jakarta, Aktual.co — Sudah baca novel best seller-nya Donny Dhirgantoro, 5 Cm?

Kalau ya, Anda pasti tahu, salah satu tujuan Genta dan kawan-kawannya adalah danau Ranu Kumbolo sebelum mencapai puncak Gunung Semeru.

Kali ini bukan novel best seller ini yang akan dibahas, melainkan eksotisnya keindahan dari danau Ranu Kumbolo. 

Bagi para pendaki yang melancong ke gunung Semeru, Ranu Kumbolo menjadi tempat peristirahatan yang menawarkan berbagai keindahan alam yang sempurna. Danau ini memiliki keunikan yang berbeda dengan danau lainnya karena terdapat di lereng gunung.

Keindahan danau dengan ketinggian 2400 meter diatas permukaan air laut dan mempunyai luas 15 hektare. Untuk mencapainya tidaklah mudah, anda harus berjalan kurang lebih 5 jam dengan track yang cukup menantang. Tapi, jangan menyerah, karena danau ini memiliki keidahan yang tiada tara terutama saat terbitnya sang fajar.

Saat berada di Ranu Kumbolo, anda akan merasa segala kepenatan yang mengintai anda sejenak terlupakan oleh kecantikan alam yang disuguhkan danau yang menjadi danau tertinggi dipulau Jawa.

Jika, anda ingin melihat pesona lain dari puncak Mahameru ini, anda dapat mencoba Puncak Tanjakan. Anda akan melihat kecantikan savana hijau Oro-oro Ombo. Pohon pinus tumbuh subur di kawasan savana, menghasilkan panorama yang sangat indah layaknya dataran Eropa. 

Pada pagi hari, titik-titik embun menggelayut di dahan-dahan ilalang. Sungguh indah panorama milik Indonesia ini...

Yuk, Menyatu Dengan Alam di Air Terjun Sibuni-buni

Yuk, Menyatu Dengan Alam di Air Terjun Sibuni-buni : aktual.co
Air Terjun Sibuni-buni Kab Tapanuli Tengah

Bagi para pengunjung, gazebo kayu dan beton menghadap ke air terjun sengaja disediakan sebagai tempat yang tepat untuk melepas penat di badan. Sembari menikmati kesejukan alam di lokasi air terjun, maka hilang sudah segala kepenatan itu.


Medan, Aktual.co — Jika menyambangi Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tak ada salahnya anda singgah di lokasi objek wisata air terjun yang satu ini. Air terjun Sibuni-buni namanya.  

Air terjun ini Berada di Desa Sibuni-buni, Kecamatan Sarudik, yang berjarak 4 km dari Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Untuk dapat sampai ke lokasi air terjun ini, anda terlebih dahulu masuk dari Simpang Tugu Ikan di sebelah jembatan Sibuluan. Sekitar 10 menit perjalanan, anda akan menemui jembatan gantung kayu yang ditopang dua kawat besar. Jembatan ini hanya boleh dilalui dengan berkendara sepeda motor saja.

Dari jembatan gantung ini silakan arahkan kendaraan anda ke kanan. Dengan menempuh jalan yang agak menanjak dan berliku, sekitar lima menit perjalanan akan anda temukan jalan setapak di sebelah kiri yang menuju lokasi air terjun Sibuni-buni ini. Tidak lebih 200 meter ke dalam, lokasi air terjun menanti kehadiran anda.

Berada di tengah hutan lebat, menjadikan suasana di lokasi air terjun ini semakin sejuk, nyaman dan asri. Tak heran kalau kemudian air terjun ini diberi nama Sibuni-buni, yang dalam bahasa setempat artinya adalah tersembunyi.

Bagi para pengunjung, gazebo kayu dan beton menghadap ke air terjun sengaja disediakan sebagai tempat yang tepat untuk melepas penat di badan. Sembari menikmati kesejukan alam di lokasi air terjun, maka hilang sudah segala kepenatan itu. 

Pada musim tertentu, pengunjung akan disajikan jajanan buah langsat segar yang berasal dari pohon yang tumbuh subur di sekitar lokasi air terjun ini.

Tak lupa, bagi anda pecinta kuliner, pemilik warung sekaligus penjaga objek wisata air terjun Sibuni-buni senantiasa menyajikan ikan lele dumbo untuk dibakar atau digoreng sesuai selera pemesan. 

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, Rp 40.000 untuk tiap kilogram ikan lele yang siap disantap.

Hmm.. Pastikan anda tak melewatkan untuk melepas penat sejenak di air terjun Sibuni-buni ini.