Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2015

Jejak Islam Menakjubkan di Mesir (2): Megahnya Masjid Al Azhar & Al Hussein

Masjid Al Azhar, di Mesir


Jakarta, Aktual.co — Diberitakan Aktual.co sebelumnya, berikut beberapa peninggalan tempat-tempat berejarah di Mesir yang saat ini dijadikan objek wisata, seperti:
Masjid Al Azhar
Terletak di tengah-tengah kota Kairo, Masjid yang berada di depan Universitas Al-Azhar ini adalah Masjid pertama yang dibangun oleh Dinasti Fathimiyyah.

Kesan pertama saat Anda melihat Masjid Al-Azhar pastilah megah karena bangunan dan menaranya yang indah. Di sini banyak terdapat benda-benda kuno berusia ratusan tahun.

Masjid Al-Hussein
Masjid terluas di Kairo ini juga merupakan monumen Islam sehingga banyak umat Islam dari seluruh penjuru dunia menyempatkan datang ke sini saat berkunjung ke Mesir.
Masjid Al-Hussein sejak lama telah dinobatkan sebagai masjid negara.

Gereja di Kota Kairo
mengunjungi kota kairo tua untuk melihat gereja gantung, gereja abu serga. tempat pengungsian keluarga kudus ketika dikejar Raja Herodes. Sinagoge Ben Ezra,tempat dimana musa diambil oleh Raja Firaun dari sungai nile.

Dan, untuk mengunjungi Gereja Alkitab terapung dan Gereja Sampah (st.simon the tunner). kemudian menuju benteng kairo untuk melihat Masjid tercantik di dunia.


Jejak Islam Menakjubkan di Mesir (1): Masjid Imam Syafi’i & Mohamed Ali

Masjid Imam Syafi'i


Jakarta, Aktual.co — Mesir adalah negara yang banyak meninggalkan sejarah-sejarah keagaamaan. Diantaranya, sejarah Islam, Kristen dan juga kaum Yahudi.

Mesir, terletak di wilayah Timur Tengah, dan merupakan negara dengan dinasti tertua di dunia. Sebelum ada bangsa Tiongkok dan bangsa lainnya. Peradaban Mesir telah dimulai sejak 7.000 tahun yang lalu sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa setiap jengkal tanah di Mesir menyimpan peristiwa sejarah tersendiri.

Ada beberapa peninggalan tempat-tempat berejarah di Mesir yang saat ini dijadikan objek wisata, misalnya:
Masjid Imam Syafi’i
Masjid dengan kubah besar yang terbuat dari kayu tersebut merupakan salah satu masjid tua di Kairo. Di dalamnya terdapat makam Imam Syafi’i.

Masjid yang satu ini banyak dikunjungi umat Islam di dunia terutama dari Indonesia karena banyak Muslim Indonesia yang menganut Islam aliran Syafi’i.
Benteng Salahuddin Ayyubi
Benteng tersebut dibangun pada tahun 1183 M oleh Shalahuddin Ayubi untuk mengawasi kota Kairo dari bukit Mukattam. Di benteng ini tersimpan banyak peninggalan sejarah seperti Masjid Alabaster, Masjid Sulaiman Pasha dan Dinding Yosep.
Masjid Mohamed Ali
Masjid ini sering disebut sebagai Masjid pualam karena dindingnya yang memang dilapisi dengan pualam. Terletak di Benteng Salahuddin Ayyubi, Masjid ini dibangun pada tahun 1830 M mengadaptasi model Ottoman dengan kubah megan setinggi 52 meter.

Dua menara yang tak kalah tinggi yaitu 82 meter terletak di halamannya pun menghiasi masjid tersebut. Dari tempat ini, Anda dapat menikmati keindahan kota Kairo, Sungai Nil, bahkan piramida. Bersambung……


Rabu, 01 Juli 2015

Yuk Intip Pekerjaan Ilmuwan Amerika dalam Lestarikan Mumi Mesir


Minirdis, Mumi dari Mesir, berusia 2500 tahun

Jakarta, Aktual.co — Ilmuwan Amerika, JP Brown sedikit berlega, saat memasukkan benda peninggalan sejarah dunia, Minirdis, Mumi dari Mesir, berusia 2500 tahun, ke dalam peti kayu, dan berjalan lancar.

Konservator Museum dari Chicago AS bersama tiga ilmuwan lainnya terpilih untuk mengangkat dan memasukkan Mumi ke dalam peti kayu yang rapuh. Memakai sarung tangan kedokteran warna biru, mereka perlahan-lahan mengangkat jasad Mumi ke meja laboratorium. Lalu, mengatur kelembaban suhu peti, dan mensterilkannya.

“Menakjubkan, ‘oh my god’ saya merasa gugup untuk mengangkatnya,” kata Brown.

Para ilmuwan  yang sudah bekerja untuk konservasi Mumi Minirdis, sejak Jumat lalu, sukses membawa harta sejarah berharga ‘the son of a stolist priest’ tersebut dengan selamat.

Sebelumnya, jasad Mumi itu pernah ditampilkan dalam pameran ‘Mummies: Images of the Afterlife’, di Natural History Museum, di kota Los Angeles, pada September lalu.  Mumi wajib dibalsem untuk menempuh perjalanan panjang berikutnya ke Museum of Nature and Science, Denver, pada musim gugur 2016 mendatang.

Untuk diketahui, The Field Museum telah memiliki Mumi sejak tahun 1920-an silam, ketika Lembaga Sejarah itu menerimanya dari Chicago Historical Society. Mumi tersebut bagian dari koleksi Museum dengan 30  koleksi mumi manusia dari Mesir.

“Selalu ada risiko kerusakan,” kata Brown, yang bekerja di laboratorium, dengan meja pemeriksaan plastik tertutup, dimana anak-anak sekolah menyaksikan pekerjaannya sehari-hari dari bilik jendela besar. 

“Jadi kami ingin selalu mengurangi resiko rusak sekecil mungkin,” ujarnya.

Di dalam peti mati, Mumi kemungkinan tubuhnya akan rusak. CT scan, yang menghadirkan foto X-Ray, memungkinkan para ilmuwan untuk melihat ke dalam peti mati sebelum membukanya.

Gambar dari dalam peti menampilkan kaki Mumi atau sebagian jari-jari kakinya tidak menjulur keluar. Bila kain kafan atau masker Mumi ada yang robek atau memutar ke arah yang salah, itu juga akan diperbaiki oleh ilmuwan.

Brown bersama rekannya menjamin serta memastikan, debu-debu tidak akan keluar saat Mumi dimasukkan atau dibuka. “Itu tidak akan terjadi.”

Berjalan di sekitar peti mati Mumi saat dibuka, Brown menjelaskan makna dari tanda, warna tertentu pada kain kafan, atau emas berlapis emas pada topeng.

Kata Brown, Minirdis ketika hidupnya, nantinya akan menjadi seorang imam seperti ayahnya. Namun demikian, para ilmuwan tidak tahu mengapa dia meninggal begitu muda.

 “Pekerjaan semacam ini harus telaten, penuh dengan perencanaan yang matang dan dites terlebih dahulu sehingga para ilmuwan siap untuk hal-hal di luar dugaan, kata Molly Gleeson, yang bekerja meneliti Mumi, di laboratorium artefak pelestarian mumi Mesir, di Philadelphia .

“Mumi adalah individu yang unik. Mereka benda-benda sejarah unik,” katanya.

“Tidak ada lagi yang seperti mereka (Mumi). Jika kerusakan itu terjadi, kita tidak bisa meletakkan segala sesuatu kembali bersama-sama persis seperti kondisi sebelumnya.”

(sumber)