Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Geraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Geraja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (3): Indahnya Petra dan Gereja Nabi Isa

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (3): Indahnya Petra dan Gereja Nabi Isa : aktual.co
Petra di Yordania


Di Yordania, Anda bisa mengunjungi Gereja tempat Nabi Isa A.S. dibaptis oleh Nabi Yahya dan membasuh wajah atau memerciki kepala Anda dengan air sungai Yordan yang dianggap sakral.


Jakarta, Aktual.co —  Masih di Yordania, menjelang tengah hari sebelum tiba di Petra, para pelancong biasanya akan mampir menikmati Mansaf makanan khas Yordania berupa nasi gurih (seperti nasi uduk) yang disajikan dengan daging kambing, susu kambing, berbagai kacang-kacangan dan juga kismis. 

Mansaf ini makanan wajib pada saat kenduri besar dan berguna pula saat kita akan berkunjung ke Petra yang memerlukan energi besar.

Selepas makan siang yang sarat lemak di Wadi Harun itu, sampailah di Petra dan meskipun harus membayar tiket sebesar 29 Dinar Jordan (JD) untuk turis asing dan 1 JD untuk warga lokal, pengunjung asing tidak merasa keberatan karena apa yang dikunjunginya yaitu, salah satu situs terpenting yang ada di dunia dan merupakan bukti peradaban yang tinggi bahkan hingga masa kini. 

Namun sayang, di saat para kusir delman dan joki kuda sibuk memungut bayaran dengan mengangkut pengunjung karena jarak dari pintu masuk di atas ke pusat bangunan Petra cukup jauh sekitar 4 km, para pedagang cinderamata harus gigit jari karena sepi pembeli.

Melewati Siq yang berkelok dengan pemandangan dinding batu serta celah-celah sistem pengairan yang begitu rumit, membuat decak kagum siapapun yang mengunjungi kota batu yang dibangun kaum Nabatean enam tahun sebelum Masehi. 

Peradaban kaum Raja Aretas IV itu telah mengenal  teknologi hidrolik untuk mengangkat air. Kota Petra sempat hilang dari peradaban manusia selama 500 tahun sejak berakhirnya Perang Salib pada abad ke-12 M sampai akhirnya diketemukan lagi oleh seorang petualang dari Swiss, Johann Ludwig Burckhardt pada abad ke-19. Maka datanglah ke Petra sebelum Anda menghembuskan nafas terakhir.

Berendam di air panas pegunungan dan bermalas-malasan memandangi laut mati dari panorama terrace di kota Ma’in, rasanya hidup di suatu alam yang dekat dengan Surga. 

Kemudian mengunjungi Gereja tempat Nabi Isa A.S. dibaptis oleh Nabi Yahya dan membasuh wajah atau memerciki kepala Anda  dengan air sungai Yordan yang dianggap sakral hingga akhirnya memakai lumpur di wajah dan mengapung di atas laut mati, terasa hidup beratus tahun di jaman para Nabi meski hanya seminggu di Yordania, semua penuh kejutan.

Saat pesawat mendarat di Soekarno-Hatta, seorang teman mencubit lenganku seraya berkata,”Hussh…masih mimpi di Petra kah?”. “Ah…oh…macet kah hari ini?” Bayangan kota batu Petra yang megah, legitnya kue Baklava khas Yordania dan sepoian angin musim semi di pemandian air panas kota Ma’in menari-nari di mataku. “Jordan, aku pasti kembali.

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (2): “Tanah Perjanjian” Nabi Musa

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (2): “Tanah Perjanjian” Nabi Musa : aktual.co
Gunung Nebo di Yordania (Foto: Istimewa)

Diriwayatkan dalam kita suci umat Nasrani bahwa gunung Nebo adalah tempat Nabi Musa A.S. diizinkan oleh Tuhan untuk memandang “Tanah Perjanjian”, yaitu Tanah Kanaan atau Yerusalem sebelum ia meninggal tanpa sempat memasukinya.


Jakarta, Aktual.co — Diberitakan Aktual.cosebelumnya, bahwa Yordania merupakan negeri yang indah dan sarat dengan situs-situs sejarah peradaban kuno yang tinggi bahkan sejak jaman sebelum para Nabi singgah di negeri yang menjadi penghubung benua Asia, Afrika, serta Eropa.

Menuju 10 km dari Madaba, Anda akan sampai di gunung Nebo yang berada 817 meter di atas permukaan laut. Diriwayatkan dalam kita suci umat Nasrani bahwa gunung Nebo adalah tempat Nabi Musa A.S. diizinkan oleh Tuhan untuk memandang “Tanah Perjanjian”, yaitu Tanah Kanaan atau Yerusalem sebelum ia meninggal tanpa sempat memasukinya. 

Tampak jelas dari batu panduan yang menunjukkan arah kota-kota yang terletak di Israel dan memperlihatkan panorama “Tanah Suci” mulai dari lembah Sungai Yordan, dan kota Jericho yang terlihat jelas dari atas gunung Nebo ini. Tiang yang dililit ular tembaga dipercaya dibuat oleh Musa juga diletakkan di atas puncak Nebo.

Jangan lupa berkunjung ke Teluk Aqaba yang terletak di sebelah selatan kota Amman, sekitar 3-5 jam perjalanan. Aqaba yang berada di laut merah ini sebagian wilayahnya juga dikuasai oleh Israel, Mesir dan Arab Saudi. Teluk ini menjadi tempat favorit Ratu Rania, isteri Raja Abdulah II saat berlibur di akhir pekan bersama keluarga sambil bermandi Matahari. 

Dari Aqaba, perjalanan dilanjutkan ke Wadi Rum, gurun pasir berbatu cadas tempat suku Bedouin tinggal bersama hewan-hewan peliharaan mereka. Wadi Rum yang berjarak 60 km sebelah selatan Teluk Aqaba melewati transjordania yang pernah mashyur di jaman Kejayaan Kerajaan Ottoman. 

Wadi Rum memang patut dikunjungi karena di gurun pasir itulah Lawrence of Arabia menjalankan misi dibalik berdirinya Negara Saudi Arabia dan keluar dari Kekhalifahan Turki Utsmaniyah.

Akhirnya, setelah bermalam di tenda berbintang 3 di Wadi Rum yang dingin menusuk pada malam di musim semi dan menunggang unta di pagi hari mengelilingi jalan-jalan yang pernah dilalui olehLawrence of Arabia sungguh merupakan pengalaman yang sangat berharga bila membayangkan peristiwa besar yang pernah terjadi di Jazirah Arab.

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (1): Gua Ashabul Kahfi & Lezatnya Kuliner

Temukan ‘Harta Karun’ di Yordania (1): Gua Ashabul Kahfi & Lezatnya Kuliner : aktual.co
Gua Ashabul Kahfi di Yordania (Foto: Istimewa)



Kisah yang melegenda "Seven Sleepers" atau ketujuh sahabat yang tertidur hingga 309 tahun lamanya bisa dibuktikan keabsahannya saat kita berkunjung ke gua Ashabul Kahfi yang terletak di Rajib dekat Amman. Di gua tersebut, Anda dapat melihat dari balik kaca kumpulan tulang belulang yang dipercaya dari tubuh ke-7 sahabat itu.


Jakarta, Aktual.co — Tak Hanya isapan jempol belaka, jika banyak orang mengatakan, bahwa Yordania merupakan negeri yang indah dan sarat dengan situs-situs sejarah peradaban kuno yang tinggi bahkan sejak jaman sebelum para Nabi singgah di negeri yang menjadi penghubung benua Asia, Afrika, serta Eropa.

Yordania (atau Yardon dalam bahasa Yunani, red) adalah negeri yang sebagian besar wilayahnya diselimuti oleh gurun pasir, serta berbatasan dengan Israel di sebelah barat, Suriah di utara, Irak di timur, dan Arab Saudi di selatan. 

Negeri yang berpenduduk 6,53 juta jiwa ini diperintah oleh Raja Abdullah II yang mewarisi Kerajaan Hasyimiah dari ayahandanya Alm. Raja Hussein dimana Dinasti ini dipercaya sebagai Khalifah ke-empat Islam dan memerintah sejak 1921 silam.

Begitu banyak foto dan replika Petra yang ditampilkan disetiap penjuru kota Amman, ibukota Yordania namun Petra bukanlah satu-satunya objek wisata yang ada di sana. Ada sederat objek wisata yang akan membuat Anda berdecak kagum di negeri yang  memiliki empat musim ini. 

Anda bisa mulai dengan Ajloun yang mempunyai kastil kuno Ajloun atau dengan sebutan lain Qal'al Ar Rabad yang dibangun tahun 1184 M oleh Jenderal Saladin yang memenangi Perang Salib, tiga tahun setelah ia membangun kastil megah ini. Masih di sekitar Ajloun, pelancong dapat mengunjungi tempat yang dipercaya sebagai kubur Nabi Khidir. 

Sekitar 50 km dari ibukota Amman, terdapat Kota Tua Jerash yang merupakan satu-satunya kompleks kuil dan kota kuno Romawi yang sangat terawat di wilayah Timur Tengah. Jerash yang berlokasi di lembah Gillead dibangun pada abad 35 Masehi, dimana awalnya merupakan provinsi otonom Romawi Syria. 

Namun kemudian diambil alih oleh Byzantium dan menjadi kota umat Nasrani, dan kemudian direbut oleh Persia tahun 614 M. Sampai saat ini para pelancong masih dapat melihat sisa kuil Zeus, hippodrome, collaceum, cardo maximus serta piazzanya yang sempat hancur oleh gempa dahsyat pada abad ke-VIII.

Kisah yang melegenda "Seven Sleepers" atau ketujuh sahabat yang tertidur hingga 309 tahun lamanya bisa dibuktikan keabsahannya saat kita berkunjung ke gua Ashabul Kahfi yang terletak di Rajib dekat Amman. Di gua tersebut, Anda dapat melihat dari balik kaca kumpulan tulang belulang yang dipercaya dari tubuh ke-7 sahabat itu. 

Tengoklah kecantikan Madaba, kota mosaik yang terletak 30 km dari ibukota. Kota tua ini menyimpan kumpulan mosaik terbesar di dunia dari abad ke 6 Masehi (540 M), diantaranya Peta Tanah Suci yang berada di dalam gereja Saint George, Madaba yang menggambarkan peta negeri-negeri di Timur Tengah.  

Begitu ‘alarm’ tubuh sudah memanggil untuk santap siang, mampirlah ke Haret Jjoudna, sebuah restoran klasik berdekatan dengan gereja Saint George yang mashyur. Restoran hanya memakai bahan–bahan alami baik untuk masakannya itu.  

Kami sarankan Anda mencoba salada segar dengan cocolan saus humus khas restoran yang didirikan oleh 3 orang sahabat; Zaid Goussous, Ibrahim serta Waddah Jumean ini. Humus yang dibuat segar dari campuran buncis dengan tahini, minyak zaitun, perasan jeruk lemon, garam, serta bawang putih ini biasa dimakan dengan berbagai jenis roti yang dibuat mendadak seperti Pitta atau Khubz. 

Ketiga sahabat ini memiliki visi yang sama ingin mengtransformasikan bangunan cantik restoran yang dibangun di abad ke-20 itu ke bentuk desa yang penuh keajaiban, yang dilengkapi dengan tempat makan, tempat minum kopi, serta tempat di mana orang-orang yang selesai bersantap dapat berbelanja kerajinan-kerajinan khas Yordania yang indah, seperti konsep one stop shopping.  

Jadi katakan Haret Jjoudna saat anda bercerita tentang Madaba atau sebaliknya, karena ini sudah merupakan suatu kesatuan dan Haret Jjoudna merupakan salah satu “landmark” restoran terbaik di Jordan.