Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Nasional. Tampilkan semua postingan
Rabu, 01 Juli 2015
Wisata Jamur Malam Hari di Taman Nasional Gunung Halimun
Jakarta, Aktual.co — Kehadiran jamur bercahaya (Luminescent Mushroom) yang tumbuh dan berkembang di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menjadi wisata alternatif yang di tawarkan taman nasional kepada pengunjung. “Banyak pengunjung rela memasuki hutan di malam hari untuk mengamati jamur unik tersebut karena jamur itu mampu memancarkan cahaya pada malam hari,” ucap Kepala Urusan Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam Taman Nasional Gunung Halimun, Salak Nur Faisin, di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (31/10). Jamur tersebut ukurannya kecil seperti kepala paku, mereka menempel dan berkembang di ranting-ranting pohon yang telah mengering. “Cahayanya berwarna hijau dan berpendar di malam hari,” ungkapnya. Dia menjelaskan jamur ini bisa dikatakan tumbuhan musiman karena saat musim hujan, jamur ini akan banyak ditemukan di kawasan ini. “Saat ini karena musim kemarau, jumlah mereka kurang banyak. Hanya di daerah Cikaniki jamur ini banyak ditemukan. Jadi kalau malam jamur ini terlihat seperti bintang di langit,” sambungnya. Dia menambahkan untuk mengamati keindahan jamur yang bercahaya di malam hari dan wisata lain yang ditawarkan Taman Nasional Gunung Halimun Salak tersebut pengunjung dapat tinggal di resor Cikaniki. Resor tersebut berada di kawasan Bogor, berjarak 20 KM dari Balai TNGHS, Sukabumi, Jawa Barat. “Atau tinggal di penginapan (home stay) yang disediakan warga setempat dengan harga berkisar Rp25.000 hingga Rp100.000 per malamnya,” tambahnya. Sementara Kepala Resort Cikaniki, Saep Taufik mengungkapkan dia selalu menawarkan wisata jamur malam hari kepada setiap pengunjung yang dia dampingi untuk berkeliling di taman nasional ini khususnya yang berada di Cikaniki. “Banyak pengunjung yang penasaran, karena keunikan jamur itu. Mereka mengambil foto jamur bercahaya tersebut,” ucap Saep di Cikaniki, Bogor.
Rabu, 24 Juni 2015
Cagar Alam Menjadi Wisata Satwa Liar Menarik di Ghana
Jakarta, Aktual.com — Ghana merupakan ‘Istana’ negara Afrika. Dua benteng pesisir Benteng Usher Inggris dan benteng Kristianborg Denmark menjadi tempat dimana ibu kota Ghana Accra didirikan.
Ghana merupakan negara kulit hitam Afrika pertama yang mencapai kemerdekaan dari pemerintahan penjajah. Negara ini mencapai kemerdekaan dari Britania Raya pada tahun 1957 silam. Selain itu, Ghana juga menjadi salah satu negara paling unik di benua Afrika.
Sejarah kuno negeri ini menunjukkan kepada dunia banyak sekali budaya yang unik dan kekhasan masyarakatnya. Kekaisaran Ghana berkembang di sini di Abad Pertengahan.
Berikut, Aktual.com sajikan destinasi wisata di negara Ghana.
- Jamestown
‘Independence Square’ di Accra dianggap oleh banyak orang sebagai salinan dari Lapangan Merah di Moskow, Rusia, yang merupakan tempat yang sangat indah serta teratur parade militernya yang meriah.
- Accra Arts Center
Pusat Seni juga merupakan tempat yang baik untuk festival lagu biasa pertunjukan tari dan kelompok-kelompok teater. Yang terkenal disini yaitu, penuh klub dansa Nkrumah Circle.
Dari selatan ibukota berbatasan dengan pantai yang indah, dimana beberapa yang sesuai dengan standar dunia seperti Coco Beach Nungu dan lainnya.
- Taman Nasional Kakum
Daerah ini ditutupi dengan hutan hujan tropis. Keunikan taman ini terletak pada kenyataan bahwa taman ini didirikan atas inisiatif masyarakat setempat dan bukan oleh Departemen Luar Negeri satwa liar yang bertanggung jawab untuk satwa liar pelestarian di Ghana.
Tempat tersebut menjadi satu-satunya taman di Afrika dengan jalan kanopi, yang 350 meter (1.150 kaki) serta menghubungkan tujuh pohon puncak yang menyediakan akses ke hutan.
Salah satu spesies hewan yang menjadi perhatian wisatawan yaitu, ayam Guinea putih-breasted . Selain itu, juga ada sembilan spesies rangkong dan burung beo abu-abu Afrika. Ada juga Kijang bokong besar, Gajah Afrika dan lain sebagainya.
(sumber)
Kamis, 11 Juni 2015
Coba Taman Nasional Tanjung Puting, Kalau Ingin Sensasi Baru!!
Orangutan (Foto: blog.cifor.org)
Taman nasional Tanjung Puting ini adalah surga bagi sekitar 30.000 sampai 40.000 orang utan Indonesia.
Jakarta, Aktual.co — Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah adalah tempat konservasi orang utan terbesar didunia. Taman nasional ini adalah surga bagi sekitar 30.000 sampai 40.000 orang utan Indonesia.
Taman ini dinyatakan sebagai cagar alam pada 1935 kemudian menjadi taman nasional pada tahun 1982 dan terakhir didaulat menjadi cagar biosfer pada 1997.
Berada di semenanjung luar laut Jawa dan memiliki zona habitat yang beragam membuat taman nasional Tanjung Puting juga rumah yang nyaman bagi sejumlah besar makhluk hidup baik flora dan fauna yang hidup disana.
Dengan menggunakan kapal klotok menuju Taman Nasional Tanjung Puting, anda akan disajikan berbagai kehidupan alam yang begitu indah terutama saat matahari mulai terbenam. Penampakan sunset memantul di sungai serta kunang-kunang mulai menampakkan diri menambah kecantikan taman ini.
Seperti dilansir situs Departemen Kehutanan Indonesia, dengan sekitar tiga perempat populasi orang utan dunia yang hidup di hutan ini membuat taman ini menjadi salah satu tampat yang ideal untuk berwisata dab melihat kehidupan orang utan secara langsung di alam liar.
Kalau Anda ingin berinteraksi langsung dengan salah satu hewan kebanggan Indonesia ini, anda perlu berkunjung ke camp leakey, rumah bagi para orang utan yang letaknya masih di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Ingin sensasi baru dalam berwisata? Coba kunjungi Taman nasional ini...
(Sumber)











