Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Skandanavia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skandanavia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juni 2015

Matahari Tak Terbenam, Negara-negara Skandanavia akan Punya Pedoman Baku Berpuasa


Umat Islam di Swedia


Jakarta, Aktual.com — Negara-negara di Skandanavia saat ini sudah mempunyai pedoman baru dalam mengatasi sulitnya memulai serta mengakhiri puasa di wilayah itu selama bulan Ramadan berlangsung.
Sama dengan wilayah lainnya, tahun ini Ramadan dimulai pada 18 Juni 2015 – tiga hari sebelum munculnya hari puasa terpanjang tahun ini, yang akan dialami oleh umat Islam di ujung utara Swedia. Ketika itu matahari akan bersinar selama hampir seharian di atas Lingkar Arktik atau Lingkar Kutub Utara.
Hal tersebut menjadi masalah bagi umat Islam yang bermaksud puasa hingga Matahari terbenam.
“Kami punya dua pertanyaan yang sulit, tak hanya kapan waktunya berbuka namun juga kapan harus mulai berpuasa,” kata Mohammed Kharraki, juru bicara Asosiasi Muslim Swedia, demikian laman AlArabiya melaporkan, pada Senin (15/6) waktu setempat.
“Muslim seharusnya mulai berpuasa sebelum Matahari terbit, ketika fajar. Namun, tidak ada fajar pada bulan-bulan musim panas di Stockholm.”
Di tahun-tahun sebelumnya, Muslim di kota-kota sub-Arktik seperti Kiruna disarankan untuk berbuka puasa mengikuti orang-orang di bagian Selatan Swedia. Namun, pada pertemuan Imam Swedia dan Eropa, di Swedia utara pekan tersebut merekomendasikan pendekatan baru.
“Saat ini Muslim Muslimah diharapkan mulai puasa dan berbuka sesuai dengan terakhir kali mereka melihat Matahari terbit dan terbenam,” kata Kharraki, menambahkan bahwa pedoman rinci dan bakunya masih sedang dibahas.
Di dalam rapat tersebut juga membahas kemungkinan berbuka puasa di sore hari seperti yang dilakukan warga Muslim di wilayah lainnya.
“Warga Muslim di Utara mungkin akan berusaha berpuasa selama 19 jam tapi, mereka tidak akan mampu. Itu bukan ide yang bagus. Jika mereka tidak mampu melakukannya, maka saatnya untuk berbuka puasa,” kata Kharraki.
Aturan baru yang disusun oleh European Council for Fatwa and Research (ECFR) itu akan berlaku di seluruh negara yang termasuk dalam negara-negara kawasan Skandanavia (Nordik).
(sumber)