Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vietnam. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Juni 2015

‘Ngabuburit’ Seru dan Kebersamaan Buka Puasa di Vietnam

Masjid Al-Noor, di Vietnam


Jakarta, Aktual.com — Bulan Ramadan merupakan Bulan baik bagi umat Islam dalam melakukan kegiatan amal baik. Ramadan dirasakan hanya tidak di Indonesia saja, melainkan di seluruh penjuru dunia, dimana Muslim menjalankan ibadah puasa.

Ramadan di negara sendiri tentunya sudah menjadi hal yang biasa. Menikmati bulan Ramadan di negeri orang bisa saja mendatangkan pengalaman pribadi yang mengasyikkan. salah satunya, Vietnam.

Berpuasa di Vietnam lebih lama satu jam dibandingkan di Indonesia. Terlebih lagi di bulan Ramadan biasanya cuaca di Vietnam sedikit lebih panas dari biasanya.

Di Vietnam, yang menjadi pusat perhatian di kawasan ini yakni, Mousoleum Ho Chi Minh yang menjadi tempat ribuan rakyat Vietnam dan wisatawan asing memberikan penghormatan kepada paman Ho.

Mereka antre dengan tertib dalam memberikan penghormatan kepada Presiden pertama negeri itu yang jenazahnya dibalsem serta dipamerkan dalam peti kaca.

Muslim di Vietnam banyak melakukan ‘ngabuburit’ di sebuah danau yang menjadi tempat berkumpulnya warga Vietnam. Hoankiem Lake yang merupakan danau luas yang berada di jantung kota Hanoi.

Banyak jajanan kuliner yang cocok juga untuk sajian berbuka puasa. Bonusnya bagi pria, akan melihat gadis-gadis Vietnam yang langsing ini masih setia dengan pakaian khas dan topi caping yang disebut ‘Non La’.

Selain itu, dagangan mereka bawa dengan menggunakan sepeda atau pikulan yang khas.

Di bagian utara danau ini terdapat sebuah Pagoda Tua bernama Ngoc Sohn Temple. Pagoda ini juga sangat ramai oleh wisatawan. Agar bisa sampai ke sana, pelancong harus melewati sebuah jembatan kayu yang dicat merah.

Persis di seberang Ngoc Sohn Temple terdapat That Long Water Puppet Theatre. That Long Water Puppet Theatre merupakan gedung yang dibangun pada tahun 1969-an.

Setiap harinya, gedung ini mengadakan empat kali pertunjukan wayang air. Pertunjukan ini merupakan kesenian tradisional dari Vietnam bagian utara dan sudah ada sejak seribu tahun lalu.

Pertunjukan ini berlangsung selama satu jam dengan biaya sekitar 100 Dong (atau Rp48 ribu).

Di Vietnam selepas menonton Wayang Air, tentunya akan menuju ke Ha Noi Old Quarter. Destinasi yang satu ini merupakan kawasan kota tua yang juga sudah ada sejak lebih dari seribu tahun. Keadaannya tetap menarik karena di kawasan ini terdapat jalan-jalan dengan nama yang khas dan sesuai dengan produk yang dijual. Beberapa nama jalan, antara lain Hang Ga, Hang Bo, dan tentu saja Hang Luoc, dimana Masjid Al-Noor berada.

Masjid Al-Noor, disinilah para Muslim Vietnam berkumpul ketika Ramadan, untuk menantikan azan Maghrib dan berbuka puasa bersama umat Muslim Hanoi serta komunitas Islam dari berbagai negara.

Di depan masjid biasanya sudah ada beberapa spanduk yang menyatakan kegembiraan komunitas Islam Hanoi dalam menyambut bulan Ramadan tahun ini.

Tibalah saatnya Maghrib, ketika suara azan mengalun dengan merdu seluruh jamaah dengan segera menyantap takjil. Takjil yang diberikan secara cuma-cuma ini, terdiri atas kurma, air putih, jus, serta susu dalam kemasan.

Setelah salat Maghrib berjamaah, acara berbuka dilanjutkan dengan hidangan lengkap dengan menu Timur Tengah sepeti nasi basmati, kebab, chicken tika, salad, roti, dan buah-buahan.

Bahkan, tetangga di dekat Masjid yang tidak berpuasa juga ikut menikmati sajian berbuka ini bersama-sama.