Wisata Arab: Masjid Terapung Menakjubkan di Kota Jeddah.

Masjid satu ini boleh jadi merupakan Masjid paling populer di kota Jeddah bagi para jemaah Haji atau pun jemaah Umroh, termasuk jemaah dari Indonesia.

Angel Falls” di Venezuela Jadi Daya Tarik Turis

Aliran air di Angel Falls ini langsung jatuh tanpa terhalang bebatuan atau pun merambat ke dinding bebatuan, airnya langsung meluncur sejauh 807 meter dan dari aliran air Sungai Gauja. Lokasi air terjun ini agak terpencil dikelilingi hutan hijau yang lebat dan padang rumput.

Wisata Syariah Pengaruhi Daya Jual Pariwisata NTB

Wacana ‘branding’ baru sebagai wisata syariah, menurut sejumlah pihak, dapat mempengaruhi daya jual pariwisata NTB di mata dunia.

Inilah Tempat Wisata dan Rohani Pilihan di Timor Leste

Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa’e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur merupakan negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oecussi-Ambeno di Timor Barat.

Danau “Mutiara Siberia” Jadi Andalan Rusia, Ini Obyek Wisata Menarik Lainnya

Beberapa tempat wisata lain di Rusia selain danau mutiara...

Tampilkan postingan dengan label Afrika Barat Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Afrika Barat Daya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juli 2015

Sisa Bangunan Masa Penjajahan di Angola Jadi Daya Tarik Turis Asing

Museum Perbudakan di Republik Angola


 Jakarta, Aktual.com — Republik Angola merupakan sebuah negara yang terletak di wilayah Afrika bagian barat daya. Angola berbatasan dengan Namibia, Republik Demokratik Kongo, Zambia dan Samudra Atlantik.

Cabinda, sebuah provinsi Angola berbentuk eksklave, berbatasan dengan Republik Kongo. Luas wilayah Angola hampir dua kali luas pulau Borneo; menempati peringkat ke-22 sedunia (setelah Niger dan sebelum Mali).

Negara ini merupakan salah satu produsen kopi utama di dunia dan termasuk negara terkaya di Afrika berkat sumber alamnya, terutama bijih besi, intan, dan tembaga.

Tak hanya itu, negara ini nyatanya juga memiliki beberapa tempat wisata menarik yang menjadi tujuan para turis mancanegara.

Luanda City
Ibu kota Angola, Luanda, ternyata mengalahkan Tokyo sebagai kota termahal bagi para ekspatriat. Survei terbaru dari Mercer menyebutkan, bahwa biaya hidup di kota kaya minyak berkatogeri miskin di benua Afrika itu sangat mahal.

Dalam survei tahunan terbaru Mercer Worldwide Survey Cost of Living yang dirilis kemarin, Tokyo, yang dikenal sangat teratur dalam tata kota dan kesehariannya, harus puas di posisi kedua setelah Luanda. Kota Afrika lainnya Ndjamena (Chad), yang sarat kekerasan berada di peringkat ketiga kota termahal di dunia.

Survei yang dilakukan terhadap 214 kota di lima benua itu mengukur perbandingan sekitar 200 item biaya hidup dalam setiap lokasi. Menurut Mercer, pada survei tahun ini kota- kota di negara berkembang sebenarnya lebih mahal bagi ekspatriat untuk ditinggali, dibanding kota di negara Barat seperti New York atau Washington DC.

Augostinho Neto Mausoleum
Di Luanda,  Anda wajib melihat struktur tugu seperti, menjulang penembakan di atas seluruh kota. Jika Anda penasaran ingin tahu apa itu dan mengapa itu ada, ini adalah makam yang didedikasikan untuk Augustinho Neto, Presiden pertama Angola yang membantu dalam perjuangan kemerdekaan Angola.

Fortaleza de São Miguel
Dibangun pada 1576, wilayah itu menjadi pusat administratif Luanda selama bagian awal pemerintahan kolonial dan merupakan kota mandiri untuk garnisun militer awal dan memegang tempat penting bagi budak. Ini berisi ubin dinding berornamen rincian sejarah kota bersama dengan banyak relik, seperti meriam dan sel-sel induk asli budak

National Museum of Slavery (Museum Perbudakan)
Museum ini memiliki banyak foto dari para budak dan Luanda selama hari-hari perbudakan. Bangunan museum adalah Capa de Casa Grande, yang mana mereka dibaptis budak sebelum mengirimkan mereka ke Amerika.
National Museum of Natural History
Sebuah museum yang dipenuhi dengan ribuan spesies hewan, termasuk ikan, burung, crustaceons, dan serangga. Banyak dari hewan langka yang ditampilkan, dan beberapa bahkan punah. Museum ini melakukan pekerjaan impecable menampilkan jumlah besar organisme beragam yang mendiami dan sekali dihuni bangsa ini
Fortaleza de São Pedro da Barra
Sebuah benteng yang melayani berbagai keperluan sepanjang sejarah. Awalnya dibangun pada abad ke-17 untuk melindungi daerah tersebut dari penjajah. Ketika perdagangan budak dimulai, kemudian digunakan sebagai menyimpan untuk para budak sampai mereka siap untuk mengirim mereka pergi.

Sepanjang Angola perjuangan untuk kemerdekaan melawan Portugal dari 1961-1975, bertempat benteng nasionalis yang ditangkap dan kemudian dipaksa menjadi kamp kerja paksa