Kalian
pernah mendengar seseorang memainkan angklung atau mungkin kalian pernah
memainkan angklung? Angklung yang kita tahu hanyalah alat musik tradisional
yang sudah jarang yang memainkannya. Bukan tidak ada tapi hanya beberapa murid
atau masyarakat yang dapat memainkannya. Jaman sekarang anak muda lebih gemar
untuk kumpul sana – sini, ngobrol ngalor – ngidul, update status, selfie, dan
masih banyak lagi yang dilakukannya daripada untuk mengenal lebih jauh atau
mempromosikan alat – alat tradisional negara kita. Angklung contohnya.
Angklung
terbuat dari bambu yang terdiri dari 2-4 bambu dan diikat dengan rotan. cara
memainkannya ialah digoyangkan. Teknik untuk memegang angklung sangatlah
sederhana, tangan kanan untuk menggoyangkan angklung dan tangan kiri bertugas
memegangkan angklung. Angklung yang dimainkan mengeluarkan suara yang merdu dan
lembut juga. Biasanya permainan angklung dimainkan oleh sekelompok orang
beranggotakan 7 orang atau lebih. Angklung yang dimainkan bersama-sama hasilnya
pun berbeda dengan angklung yang dimainkan sendiri.
Angklung
berasal dari Jawa Barat lebih tepatnya sunda karena masyarakat sundalah yang
memperkembangkan alat musik ini. Namun ada yang mengatakan bahwa angklung
berasal dari kata bali yakni angka dan lung. Angka adalah nada sedangkan lung
adalah patah, jadi angklung adalah nada yang terpatah-patah atau tidak lengkap.
Sekarang
ini banyak seniman indonesia yang sedang mempromosikan angklung pada dalam
ataupun luar negeri. Pada tahun 2010 angklung resmi masuk dalam warisan budaya yang
sudah diakui oleh UNESCO. Angklung
gubrag adalah angklung tertua yang terdapat di bogor, Jasinga, Jawa Barat. Tak
hanya Jawa Barat yg mengenal angklung bahkan bali, madura, jawa tengah serta
kalimantan mengenalnya. Sangat baik.
angklung
pertama kali dibawa didunia dimainkan oleh Igor Hme Nitsky musisi besar
Australia pada tahun 1955 hingga terkenal sampai sekarang. Dan di China
tepatnya Beijing, Angklung membuat rekor besar yang melibatkan 5.393 peserta di
Stadion Buruh Beijing. Bahkan banyak turis / orang asing yang sangat ingin
mempelajari memainkan angklung dan alat musik daerah yang lainnya juga.
Masa’
kita kalah dengan orang bule yang penasaran akan alat musik daerah kita. Jangan
pegang ponsel atau gedget aja, sekali-kali mainlah ke museum angklung/museum
alat tradisional dan pelajari cara mainnya pasti asyik
Selamat
mencoba !!!
0 komentar:
Posting Komentar